The First Weeks in Bangkok

CIMG0374

Alhamdulillah sudah hampir sebulan di Thailand dan bisa melewati dengan baik meski harus melalui beberapa tahap dan peristiwa yang cukup berat.

Waktu-waktu awal di tempat hidup yang baru merupakan hal yang terberat karena harus adaptasi dengan lingkungan baru dan melawan perasaan homesick dengan keluarga.

Sedih berpisah dengan keluarga …

IMG00062-20110830-1033CIMG0281

Berpisah dengan keluarga besar terutama anak-anak dan suami adalah hal berat. Alhamdulillah saya punya cukup waktu untuk mengkondisikan perpisahan dengan keluarga, ada waktu sekitar 6 bulan dari pengumuman diterimanya aplikasi beasiswa sampai waktu keberangkatan. Teknologi informasi sangat membantu saya dan keluarga untuk bisa berkomunikasi lewat BBM dan Skype sehingga saya bisa mengetahui kondisi anak-anak hampir setiap saat dari laporan suami, demikian juga rasa kangen terhadap anak-anak terobati lewat video call via Skype sehingga saya bisa ngobrol dan melihat wajah mereka.

Teman-teman yang friendly dan kindly …

chatucakIdul Adha 1432 H 2

Saya beruntung karena tidak benar-benar sendiri berangkat sekolah ke Thailand, ada Jeng Susi, temen satu kantor yang sama-sama berjuang dari awal sampai akhirnya kami sampai di Thailand, karena kita berdua jadi segalanya lebih ringan dan lancar karena kita saling share. Sampai di Bangkok kami juga tidak sendiri, karena ada teman-teman mahasiswa dari Indonesia yang sudah lebih dulu sekolah di sini dan membantu kami mulai dari menjemput di bandara, menyiapkan apartemen, sampai mewariskan barang-barang mereka untuk keperluan kami.

Ajarn dan teman-teman Thai yang ramah dan baik hati …

IMG_3416

Ajarn adalah sebutan untuk guru di Thailand. Ajarn adalah profesi yang sangat dihormati di Thailand, bahkan mereka dipanggil Ajarn tidak hanya oleh muridnya saja tapi setiap orang yang mengetahui kalau mereka guru akan memanggil Ajarn. Saya sudah mulai kontak lewat email dengan Ajarn saya kira-kira 2 tahun sebelum akhirnya saya sampai di kampus dan bertemu beliau. Pada hari kedatangan saya dan Jeng Susi ke kampus, beliau sudah menunggu dan menyambut kami dengan sangat baik bersama Ajarn yang lain, dan kalimat yang pertama diucapkan adalah “Finally you come here, We’ve been waiting for you for one year” …kami pun merasa tersanjung, apalagi setelah itu kami diajak lunch bareng …wow.

Ajarn mengenalkan kami lewat email kepada semua Ajarn dan mahasiswa lain di Departemen Sosial and Administrative Pharmacy, jadi setiap kali kami bertemu dengan mahasiswa Thai di SAP mereka langsung menebak “Dwi and Susi from Indonesia”, dan mereka pun menunjukkan kami tempat-tempat di kampus, study room untuk mahasiswa, library dan dengan senang hati mengajari kami aturan dan tata cara di kampus. Pengalaman mengesankan, kami ditraktir lunch dan nonton film Thai di bioskop oleh Pi Pam, mahasiswa Thai yang baru dua hari kami kenal dan yang lebih amazing..kami diajak week end ke Pattaya oleh Pi Song, mahasiswa Thai di program yang sama dengan kami, saat kami sedang hospital visit study ke Chao Phya Abhaibhubejhr Hospital.

Adaptasi dengan lingkungan baru …

Kami tidak begitu mengalami cultural shock, karena ini bukan kedatangan kami yang pertama kali di Thailand serta cerita pengalaman dari teman-teman yang sudah lebih dulu berada di Thailand sangat membantu kami, lagi pula kondisi lingkungan di sini tidak jauh beda dengan Indonesia, yang jelas beda adalah suasana religius islam yang sulit ditemukan (hampir tidak pernah dengar suara adzan), serta makanan halal yang harus dipilih dengan hati-hati.

Gangguan karena banjir …

Bulan Oktober saat saya datang adalah musim dingin di Thailand, tapi jangan dibayangkan pakaian tebal atau jaket yang harus dipakai di musim ini, karena walaupun dikatakan musim dingin tapi suhunya hampir 40 derajat Celcius dan tidak pernah tidak berkeringat walau malam hari. Teman-teman bilang di Bangkok hanya ada 2 musim: panas dan sangat panas…oh. Tapi ketika saya mengunjungi provinsi lain yang agak jauh dari Bangkok, memang bisa dikatakan musim dingin.

Bulan Juni-Juli adalah musim hujan di Thailand, dan dampaknya adalah banjir yang menggenangi hampir 40% wilayah Thailand. Karena banjir tersebut, jadwal kuliah saya yang seharusnya dimulai tanggal 7 November menjadi ditunda dan ditunda terus hingga direncanakan tanggal 28 November baru mulai.

Ajarn saya sangat baik dan perhatian, walaupun rumahnya sendiri kebanjiran tapi tetap memperhatikan dan mengkhawatirkan kami, akhirnya kami dititipkan kepada teman dan mahasiswanya yang bekerja di Chao Phya Abhaibhubejhr Hospital untuk belajar dan sekaligus mengungsi dari banjir karena disebut-sebut dalam berita bahwa air banjir akan memasuki Bangkok dan mungkin bisa sampai ke area kampus dan tempat tinggal kami. Dan jadilah saya dan Jeng Susi di sini, di Chao Phya Abhaibhubejhr Hospital, Propinsi Prachin Buri yang berjarak 3 jam dengan perjalanan darat ke arah timur dari Bangkok. Pengalaman baru lagi yang bisa saya peroleh…hikmah dari dampak banjir yang melanda sebagian Thailand.

 

Prachin Buri, 15 November 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s