Dua Jempol untuk Ayah

IMG00268-20111117-1129Sudah hampir sebulan ini terasa ada yang berbeda dalam rutinitas harian saya, tidak membacakan dongeng sebelum tidur malam anak-anak, tidak ada anak-anak yang “jiwit-jiwit” (mencubiti) siku saya sebelum tidur sambil ngedot minum susu, tidak bangun tengah malam untuk membuatkan susu atau mengambilkan minuman lain yang dimaui anak-anak, tidak mengejar-ngejar dan menangkap anak-anak untuk dimandikan, tidak membelajari anak-anak, tidak mengantar atau sesekali menjemput anak-anak dari sekolah … dan aktivitas lain yang biasa saya lakukan kalau saya berada di rumah bersama keluarga.

Sekarang aktivitas rutin yang saya lakukan setiap hari adalah sehabis sholat subuh trus buka laptop atau buku,  mengerjakan aktivitas kecil di dapur mungil apartemen, pergi ke kampus dan seharian berada di sana, pulang sore mengerjakan kebutuhan pribadi dan kembali buka laptop atau buku lagi … hanya itu dan itu, ya kadang-kadang diselingi main-main ke mall dekat apartemen kalau lagi bete atau sesekali kumpul-kumpul dengan teman-teman Permitha.

Aktivitas rutin yang biasa saya lakukan di rumah sekarang diambil alih oleh Ayah alias suami saya. Ayah dengan telaten mengirimkan kabar dan update foto anak-anak lewat BBM, kadang lewat skype sehingga saya bisa mengetahui aktivitas mereka sehari-hari mulai bangun tidur pagi sampai tidur malam. Ayah yang sekarang memandikan anak-anak, mengantar sekolah, membelajari, membuatkan susu dan merelakan sikunya untuk di”jiwit-jiwit” dan dengan sabar mengurusi anak-anak kalau diantara mereka ada yang sakit. Meskipun di rumah ada si bibi Lik Tari yang membantu memasak dan memberesi pekerjaan rumah, juga ada ibu saya yang rumahnya tidak jauh dengan rumah kami yang membantu menjaga anak-anak, tetapi Ayah sekarang yang memegang tugas pokok di rumah untuk mengurusi rumah tangga dan yang utama mengurusi anak-anak.

Saya terharu setiap kali suami saya memberi kabar dari rumah terutama tentang anak-anak, …..”Mbak Hana lagi sakit tangannya gatal-gatal, tadi nangis di sekolah terus Ayah jemput dan sekarang diperiksakan ke rumah sakit”..”Ini lagi belanja snack untuk ulang tahun Yasmin dan sekarang anak-anak lagi pada mbungkusin snacknya”..”Ayah sama Mbak Hana lagi di sekolahnya Mbak Hana menghadiri rapat komite”..”Yasmin dapat majalah baru dari sekolah dan sekarang lagi minta dibelajari Ayah”..”Nilai ulangan Mbak Hana yang paling rendah 85, pelajaran ini dapat 90, pelajaran itu dapat 100”..”Senangnya melihat anak-anak lagi main sepedaan dengan rukun dan ceria”..”Ayah barusan sholat maghrib berjamaah dengan Mbak Hana dan Yasmin”…..Subhanallah.

Terima kasih Ayah telah menjadi Ayah dan suami yang sempurna bagi Mamah, dua jempol Mamah apresiasikan untuk Ayah, jempol pertama karena Ayah sudah berhasil menjadi Ayah sekaligus ibu yang baik bagi Hana dan Yasmin, dan jempol yang kedua karena Ayah sudah menjadi suami yang sangat pengertian dan sabar serta setia bagi Mamah, …..Alhamdulillahi rabbil alamin…terima kasih Ya Allah.

Prachin Buri, 16 November 2011

This entry was posted on November 19, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 2 Comments

2 thoughts on “Dua Jempol untuk Ayah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s